All about jomblo
Salah satu resolusi terbesarku *hmm lebih tepatnya yang kedua kali yah kalau dibuat prioritas* adalah mengubah status jomblo menjadi "in relationship". Tetapi ternyata hal yang satu itu sepertinya ternyata menjadi problem terbesar dalam hidupku. Karir ndak masalah, rezeki alhamdulillah masih cukup untuk beramal, kuliah tetep jalan meski jalannya kayak keong.
Merefleksi perjalanan cinta sepanjang 2006, sepertinya tidak ada kemajuan dari tahun-tahun sebelumnya. Tetap setia dengan status kejombloan. Tidak lebih dan tidak kurang. Semuanya serba berjalan datar. Dibilang kurang usaha, sepertinya sudah berusaha semaksimal mungkin. Atau faktor tempat kerja dan tempat tinggal *hidupku hanya seputar depok saja* yang menjadi masalah? Mungkin ini menjadi salah satu kendala.
Tetapi bagaimanapun juga, cinta tidak seperti membeli pulsa *kayaknya kacang goreng dah susah ditemuin*. Di mana-mana kamu bisa menemukannya dan kamu bisa membelinya asal punya uang. Cinta juga bukan seperti memakai tissue, sekali pakai langsung dibuang.
Tapi mungkin definisi cinta dalam kamusku terlalu complicated seperti status-status di friendster :) Sesuatu yang seharusnya mudah menjadi begitu sulit. Mungkinkah perlu meredifinisi kamus cinta seperti politik praktis? *alah makk, apa pula ini*.
Apapun makna cinta, yah sepertinya saya harus menerima suratan nasib, saya masih tetap jomblo sampai saat ini. Bukannya bangga, tapi kok yah susah tenan ketemu yang klop, klik, kluk, de el el.
Blog ini pada akhirnya perlu "direnovasi". Yang dulu-dulu terlalu optimis, saat ini perlu penyusaian dengan perkembangan umur yang semakin tua *hiks*. Mungkin, biar fokus, segala macam uneg-uneg tentang ke-jomblow-an akan dituangkan dalam blog yang sudah lama mati suri ini. Siapa tahu nanti jadi kiblat para pejomblow-pejomblow berbakat dari seluruh nusantara *emang apa sih jomblow berbakat? atau bakat berjomblow?*
see you..mo sholat dulu..mudah-mudahan mendapat pencerahan :)
